Pages

Selasa, 10 Mei 2011

Taman Gajah Taro

Objek Wisata Taman Gajah Taro berada Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Taman Gajah Taro berjarak kurang lebih sekitar 40 Km. Dari Kota Denpasar, ada sebuah hutan desa yang dihuni oleh sekelompok binatang sapi/lembu putih. Binatang ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat sekitarnya maupun masyarakat Bali pada umumnya, karena binatang ini merupakan sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti (dan yang setingkat dengan upacara itu). Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal/tempat upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya berkeliling sebanyak tiga kali, kemudian berakhir atau selesai di timur. Upacara ini disebut dengan Upacara Mepada (Maideran/Purwa Daksina). Setelah Upacara tersebut selesai Lembu Putih dikembalikan lagi ke hutan Desa Taro, tentunya sebelum dan sesudahnya telah disuguhi berbagai sesajian. Tetapi dengan keindahan alam pedesaan Taro yang sangat menarik, dewasa ini atas usaha seorang investor dan tentunya dengan persetujuan dari Pihak Pemerintah Gianyar, di sebelah areal hutan sapi/lembu putih Taro, juga telah dikembangkan sebuah atraksi wisata baru yaitu Trakking Gajah. Para wisatawan dapat menaiki gajah berkeliling hutan dengan melewati lorong / jalan setapak di sekitar Desa Taro. Bila diinginkan wisatawan dapat berenang dengan gajah didalam kolam yang sudah tersedia.
»»  

Pantai secret Ketewel

Pantai secret Ketewel terletak di pinggir jalan by pass Tohpati - Kusamba, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar Bali,ini banyak diburu para peselancar baik dalam ataupun mancanegara. "Pantai ini dinamakan Pantai Secret mengingat dulunya tidak ada seorangpun yang mengetahui potensi ombak pantai ini, yang baik dipergunakan sebagai tempat surfing. Serang peselancar asal Sanur menemukan pantai Secret. Di tahun 1988, bersama dua orang peselancar dari Kuta rekannya, Mereka memberanikan diri untuk menjajal ombak di pantai tersebut.
"Pantai Secret pada waktu itu masih sangat alami. Sebelum by pass Tohpati-Kusamba ada, untuk mencapai pantai tersebut, terlebih dahulu kita harus melalui terminal Batubulan. Dari Batubulan, perjalanan kemudian diteruskan dengan melalui persawahan sampai tiba di komplek perumahan tak jauh dari pantai. Kendaraan kemudian diparkir di perumahan tersebut dan perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki melewati sawah. Oleh peselancar Sanur, pantai ini kemudian diberi nama Sanur Secret Point. Pada perkembangan selanjutnya, pantai ini makin ramai dikunjungi para wisatawan seiring dengan pesatnya jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Bali. "Tahun 1994-1995 pantai ini sudah ramai oleh para peselancar terutama peselancar dari Jepang yang dibawa oleh peselancar dari Sanur. Tahun 1996,
sumber:gianyartourism.com
Wisata Indonesia Surga Dunia
»»  

Pantai Lebih

Objek Wisata Pantai Lebih,Pantai Ini diberi nama sesuai tempatnya yaitu desa lebih.berada di kawasan selatan Kabupaten gianyar,Pantai ini menawarkan keindahannya, dari pantai ini bisa melihat gambaran bentuk pulau Lombok dari barat karena pantai ini dibatasi oleh pulau Lombok pada bagian timurnya, apabila kita berada dipantai ini dan melihat ke selatan maka kita juga bisa melihat bentuk pulau Nusa Penida karena pantai lebih,pada bagian selatannya dibatasi oleh pulau Nusa Penida. Selain karena keindahan pantainya,Pantai ini juga diperuntukan bagi umat Hindu untuk melaksanakan upacara nangluk merana dan melis .
“Pengunjung yang datang ke pantai ini sebagian besar warga Bali dan beberapa wisatawan domestik dari berbagai kota di Indonesia yang kebetulan lewat. Para pengunjung atau wisatawan yang singgah umumnya ingin mencoba sate languan, yang katanya terkenal di mana-mana
»»  

Taman Budaya Denpasar



Taman Budaya terletak di Jl. Nusa Indah kurang lebih 2 km ke arah timur dari pusat kota Denpasar. Taman Budaya awalnya merupakan sebuah proyek Pengembangan Pusat Kesenian Bali di Denpasar yang dibentuk pada tahun 1969 bertujuan untuk melestarikan kekayaan seni budaya daerah Bali. Proyek ini merupakan gagasan dari almarhum Prof.Dr. Ida Bagus Mantra, yang kemudian memberikan mandat kepada seorang arsitektur terkemuka ,Ida Bagus Tugur, untuk membangun kawasan ini . Pada pokoknya kawasan Taman Budaya yang dibelah sebuah sungai dari timur ke barat ini dibagi menjadi 3 lokasi antara lain :

1. Lokasi Suci/ltenang, meliputi Gedung perpustakaan Widya Kusuma, Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan Amertha Saraswati dan kalangan Ayodya.

2. Lokasi Setengah ramai, meliputi arena anak-anak, Bale Gili, Bale Kambang, Jembatan Gajah Mina, Gedung Pameran Utama Mahudara Mandhara Giri Bhuvana, Gedung Krya Sembrani Occaihcrawa, Kalangan Krya Mandala, Bale Wantilan, Patung Kumbakarna Karebut, Studio Patung, Studio Melukis, dan Wisma seniman.

3. Lokasi ramai, meliputi Kalangan Angsoka, Kalangan Ratna Kandha, Panggung Terbuka Ardhacandra, Panggung Tertutup Ksirarnawa, Kalangan Madia Mandala, ruang rapat dan kafetaria.

Taman Budaya (Art Centre) senantiasa digunakan sebagai pusat penyelenggara Pesta Kesenian Bali (PKB) setiapa tahunnya pada pertengahan bulan Juni s/d Juli.

Jam buka :

Senin • Kamis : 08.00 • 14.00 WITA

Jumat • Minggu : 08.00 • 12.00 WITA

Hari libur nasional : tutup.
»»  

Desa Budaya Kertalangu

Desa Budaya Kertalangu terletak di Kesiman Kertalangu Denpasar, Desa Budaya Kertalangu adalah salah satu objek dan daya tarik wisata di Kota Denpasar yang memanfaatkan hamparan persawasahan sebagai daya tarik utama.

Dengan tersedianya faslitas jogging track sepanjang 4 km, wisatawan dapat menikmati alam dan aktifitas persawahan di tengah Kota. Wisatawan baik mancanegara maupun domestik tertarik mengunjungi kawasan ini karena disamping dapat menikmati alam persawahan, juga dapat menikmati beberapa aktifitas wisata antara lain : wisata kuliner, memancing, berkuda, spa, wisata belanja (shopping), wisata kerajinan dan wisata budaya. Pengambangan Desa Budaya Kertalangu juga merupakan upaya pengembangan kepariwisataan dan pelestarian pertanian di wilayah Desa Kesiman Kertalangu

»»  

Hutan Mangrove



Man­grove meru­pakan tum­buhan tro­pis yang komu­ni­tas tum­buh­nya didaerah pasang surut dan sep­a­n­jang garis pan­tai (seperti : tepi pan­tai, muara laguna (danau dip­ing­gir laut) dan tepi sun­gai) yang dipen­garuhi oleh kon­disi pasang surut air laut.

Hutan man­grove selain memainkan per­anan pent­ing dan memi­liki beraneka fungsi secara umum seperti melin­dungi pan­tai dari gelom­bang yang tinggi, angin yang ken­cang dan erosi, juga memiliki peranan penting dalam pengembangan pariwisata khususnya ekowisata.


Ekowisata mangrove terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai, Kecamatan Denpasar Selatan, dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit ke arah selatan dari pusat Kota Denpasar. Ekowisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Salah satu fasilitas utama di kawasan ini adalah jambatan kayu yang melintasi hutan mangrove dengan panjang ± 1.850 m.

Jembatan ini dimanfaatkan bagi wisatawan untuk berkeliling menikmati lingkungan hutan mangrove. Beberapa aktifitas lainnya yang dapat dinikmati antara lain canoing/rafting di sepanjang kawasam, birdwatching dan aktifitas ekowisata lainnya
»»  

Pantai Sanur



Wisatanesia.com-Objek Wisata Pantai Sanur merupakan pantai yang bersejarah karena Pantai ini merupakan pantai tempat mendaratnya pasukan kerajaan Belanda ketika Belanda menyerang wilayah Badung pada waktu zaman penjajahan.

Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar.

Dikalangan pariwisata, pantai Sanur pertama kali diperkenalkan oleh pelukis dari Belgia bernama A.J. Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang menetap di Sanur sejak tahun 1937. Pada tahun 1963 geliat pariwisata Sanur semakin terasa dengan didirikannya Hotel Bali Beach (sekarang Inna The Grand Bali Beach yang merupakan hotel pertama kalinya dibangun di Bali. Sampai sekarang kawasan ini masih menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kota Denpasar.
Dalam upaya meningkatkan daya tarik kawasan pariwisata Sanur, sejak tahun 2006, dilaksanakan Sanur Village Festival. Sanur Village Festival adalah suatu event tahunan yang rutin diadakan di Sanur. Event ini diprakarsai oleh komunitas masyarakat Sanur, melalui Yayasan Pembangunan Sanur dan dudukung oleh Pemerintah Kota Denpasar.
»»